Ilmu Nahwu Dan Shorof

Ilmu Nahwu
Jika kita membicarakan suatu kata adalah mabni atau mu’rab (berubah harakat huruf akhir katanya), lalu berubahnya harus menjadi apa, apakah fathah, kasrah, dhommah, atau dengan membuang huruf, itu semua dipelajari dalam ilmu nahwu.
Contohnya, kata Zaid bisa dibaca Zaidun, Zaidan, dan Zaidin seperti berikut ini:
- ضَرَبَ زَيْدٌ فَاطِمَةَ
- رَأَيْتُ زَيْدًا يُصَلِّى فِي الْمَسْجِدِ
- مَرَرْتُ بِزَيْدٍ
Perubahan harakat seperti ini dipelajari di dalam ilmu nahwu.
Link pembelajaran video ilmu nahwu : https://www.youtube.com/watch?v=Vxam8vOrtC8
Ilmu Shorof
Ilmu sharaf lebih berkonsetrasi kepada perubahan shighat dari suatu kata kepada shighat lainnya dalam rangka mendapatkan arti yang berbeda.
Dalam ilmu shorof kita belajar tashrifan dengan 22 wazan, belajar juga kaidah i’lal.
Contoh yang dipelajari dalam ilmu sharaf yang sering kita dengar, adalah perubahan dari kata dhoroba.
Contoh tasrif dhoroba:
ضَرَبَ – يَضْرِبُ – ضَرْبًا – فهو ضَارِبٌ – وذاك مَضْرُوْبٌ – اضْرِبْ – لَا تَضْرِبْ – مَضْرَبٌ – مِضْرَبٌ
Dari dharaba hingga midhrabun mempunyai makna yang berbeda, berasal dari satu kata dhoroba.
Jadi, Secara Sederhana, Perbedaan Ilmu Nahwu Dan Sharaf:
- ilmu nahwu mempelajari perubahan harakat huruf akhir kata (kalimah) dan ada juga yang mabni (tidak berubah harakatnya).
- ilmu shorof mempelajari perubahan kata dari fi’il madhi menjadi mudhari’, mashdar, amr, isim fa’il, maf’ul, alat, zaman, makan, beserta aturan-aturannya.
Komentar
Posting Komentar